Rabu, 01 Oktober 2014

MEMBUAT KAOS SABLON BERKUALITAS

Tren kaos memang tak pernah pudar, beragam jenis dan teknik pembuatan kaos membuat semakin banyak pilihan produk dan jenis kaos. Salah satu yang tak kalah menarik adalah kaos yang didesain dengan teknik sablon. Kaos dengan desain sablon banyak digunakan oleh produsen untuk mempercantik kaos produksi mereka, mulai dari kaos yang dijual di kaki lima hingga kaos limited edition ala distro. Meski menggunakan teknik serupa yaitu menyablon, namun kaos dan desain yang dihasilkan berbeda-beda sesuai dengan kualitasnya. Lantas, bagaimana cara membuat kaos sablon berkualitas baik? Berikut ini akan diberikan beberapa tahapan membuat kaos sablon berkualitas.

1. Memilih Bahan

Karena yang ingin dibuat adalah kaos berkualitas baik, maka dalam memilih bahan atau kain yang akan digunakan juga haruslah memiliki mutu yang baik. Ada beberapa pilihan bahan yang lazim digunakan untuk membuat kaos, namun produsen tetap harus memilah bahan seperti apa yang akan digunakan sesuai dengan tema dan segmen pasar.

Bahan yang sangat lazim digunakan untuk membuat kaos adalah katun (cotton). Bahan ini terbuat dari serat kapas sehingga sangat nyaman dipakai dan menyerap keringat. Namun seiring dengan perkembangan zaman, katun juga terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan spesifikasi benangnya. seperti cotton combed, cotton carded, teteron cotton, cotton voscoste dan lainnya. Jika ingin membuat kaos dengan kualitas tinggi pilihlah bahan cotton combed atau setidaknya cotton carded, kedua bahan ini sudah teruji mudah menyerap keringat dan nyaman dipakai.


1. Definisi kain cotton combed yang baik

2. Membuat Pola

Setelah menentukan bahan maka langsung bisa dipotong sesuai dengan pola yang diinginkan. Memotong bahan ke dalam pola kaos tidaklah sulit, produsen hanya harus menyesuaikan pemotongan dengan ukuran yang telah disediakan. sebelumnya. Seperti ukuran S, L, XL atau free size. Pada tahap pemotongan, perencanaan ukuran sangatlah penting agar dapat memaksimalkan penggunaan bahan dan meminimalisir kesalahan sehingga hanya sedikit sisa bahan yang terbuang.


2. Membuat pola

3. Mendesain

Bagian terpenting dari pengerjaan kaos sablon adalah mendesain berbagai model sablon yang akan dicetak pada kaos. Tahap desain ini lazim dikerjakan dengan menggunakan software khusus untuk mendesain yang tentunya dengan menggunakan media komputer. Sehingga memudahkan desainer dalam mencurahkan kreativitasnya.


3. Mendesain

4. Menyablon

Setelah mendapatkan desain sesuai dengan keinginan, proses selanjutnya adalah mencetak desain yang masih berupa desain digital maupun print out di atas bahan atau pola. Proses ini disebut dengan menyablon. Kini, sablon atau menyablon secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sablon manual dan digital printing. Sablon dengan cara manual lebih rumit dan harus dikerjakan oleh orang yang sudah berpengalaman. Sedangkan digital printing lebih mudah dan murah oleh sebab itu dapat dikerjakan oleh siapa saja termasuk pemula. Baik sablon secara manual ataupun digital printing memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.


4. Menyablon

5. Menjahit

Setelah proses sablon selesai tiba saat menyatukan pola-pola yang telah dibentuk. Menjahit dapat dikatakan sebagai puncak dari proses membuat kaos. Pada tahap ini pula kita dapat menentukan kualitas kaos, apakah ingin membuat kaos berkualitas rendah atau berkualitas tinggi hingga menahun. Semua ditentukan oleh kualitas benang yang digunakan dan kerapatan jahitan. Dalam menjahit kaos, ada berbagai macam teknik menjahit yang kerap digunakan untuk mempercantik desain kaos seperti jahit rantai, overdeck, overlock dan sebagainya. Setelah selesai dijahit kaos sudah dapat dipakai, namun ada baiknya melalui proses finishing terlebih dahulu sebelum dipasarkan.


5. Menjahit

6. Mengemas

Kemasan merupakan salah satu wadah marketing yang efektif agar pembeli selalu mengingat produk dan toko atau distro kita. Kemasan yang menarik memberikan citra yang positif terhadap pembeli sehingga mereka mau kembali dan membelanjakan uang mereka, untuk itu jangan sepelekan fungsi kemasan. Banyak contoh kemasan produk kaos dengan desain kemasan yang menarik. Salah satunya adalah kemasan khusus bertema limited edition.


6. Mengemas

Demikianlah enam tahapan bagaimana membuat kaos dengan kualitas juara. Sesungguhnya tahapan demi tahapan tidak dapat dipisahkan dan menentukan hasil akhir sehingga turut menentukan kualitas kaos itu sendiri. Oleh karena itu, meski terlihat mudah, ada baiknya selalu mengedepankan ketelitian dalam tiap proses agar tidak terjadi kesalahan atau kecacatan produk.

Oleh : Tika Dwi
Sumber:
http://kangcaraka.blogspot.com/2012/03/cara-membuat-kaos-sablon-cara-menyablon.html
https://m.facebook.com/notes/eatore-internet-cafe-advertising/cara-membuat-kaos-distro/141244988899

Gambar:
1. http://sablonmurahsolo.blogspot.com/2014/03/definisi-kain-cotton-combed-yang-baik.html
2. http://www.kausku.com/info.htm
3. http://ronitadigitalprinting.com/tag/kaos-satuan/
4. http://tokotaki.com/jasa-sablon-kaos-di-padang
5. http://kaosdistropolos.wordpress.com/tag/jahit-kaos/
6. http://www.mymodernmet.com/profiles/blogs/list/tag/packaging


Related Posts :